twitter
    Follow me @yanuaratp,mention for follow back^^

Jumat, 28 Januari 2011

4 Kiat Melindungi Anak dari Bahaya GO (Game Online)


Tidak bisa dipungkiri anak-anak sekarang akrab dengan game online dan piranti game online. Akan tetapi, asyik berkutat dengan permainan yang melibatkan internet tentu saja mengundang risiko terhadap keamanan diri mereka. Interaksi dengan orang asing di dunia maya bisa membahayakan diri anak-anak.

Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk mengontrol dan membimbing anak-anaknya agar tetap aman dalam bermain dan membuat keputusan cerdas mengenai permainan online tersebut. Di bawah ini ditawarkan sejumlah tips yang bisa dijadikan ‘pagar’ untuk melindungi buah hati Anda dari bahaya game online:

1. Hal pertama yang harus dilakukan ialah dengan mengikuti aturan dasar dalam hal keamanan online. Apa itu? Di dunia maya, informasi yang kita miliki tidak boleh diumbar apalagi jika informasi itu bersifat pribadi. Inipun berlaku di ranah game online. Hindari memposting nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon dan data apapun yang bisa mengindentifikasi diri.

2. Di game online terdapat layanan live voice chat. Nah, jika pemain memutuskan untuk memakai fitur live voice chat, disarankan untuk menggunakan voice mask. Program ini dikeluarkan oleh Microsoft dan sejumlah perusahaan untuk melindungi gamer online. Dengan program tersebut, gamer bisa menyamarkan suaranya agar gender ataupun usia mereka tidak dikenali. Suara si gamer bisa diubah ke dalam suara robot, orang dewasa atau suara lainnya yang mereka pilih. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi gamer muda atau gamer perempuan guna menghindari aksi pelecehan atau aksi buruk lainnya.

3. Jika program voice mask tidak dirasa aman, maka tips berikutnya adalah sebaiknya sama sekali tidak menggunakan fitur live voice chat. Pada kenyataannya, sebagian besar gamer tidak memakai layanan ini karena dianggap malah mengganggu konsentrasi. Namun, sebagian lainnya memakainya dengan tujuan-tujuan tertentu di mana mereka inilah yang patut diwaspadai. Gamer yang lebih suka nge-chat dibanding ngegame, sebaiknya dihindari.

4. Tidak semua piranti game online dilengkapi dengan parental control. Sebagai orang tua sebaiknya menggarisbawahi hal tersebut. Untuk Xbox, teknologi itu telah dijejali dengan parental control sehingga memungkinkan orang tua untuk mengatur apakah buah hati mereka layak untuk menggunakan live voice chat atau tidak. Sedang jika piranti yang dibeli tidak memiliki kontrol ini, maka orang tua dihimbau memperhatikan apa yang ditawarkan oleh sistem permainan tersebut agar tidak berisiko terhadap keamanan penggunanya.


SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar